Hasil survei yang dilakukan LSI yang menempatkan salah satu capres bertengger dengan 70% mengundang reaksi yang keras dari capres2 yang lain.
Mereka beranggapan survei yang dilakukan LSI itu jauh dari kenyataan, karena yang memesan survei itu adalah Fox Indonesia yang notabene adalah tim kampanye salah satu capres.
Dengan hasil survei seperti itu, rakyat akan beranggapan bahwa pemilu presiden nanti cuma akan berlangsung hanya dalam satu putaran.
Yang tentunya keadaan itu tidak disukai oleh capres yang lain.
Sebenarnya pemilu presiden ini, kalau bisa selesai lebih cepat pasti akan lebih baik.
Dengan pemilu hanya satu putaran, menjadikan pemilu juga jadi murah ongkosnya.
Murah ongkos penyelenggarannya maupun murah ongkos politiknya.
Kalau pemilihan presiden hingga dua putaran, berapa triliun rupiah lagi uang yang harus keluarkan pemerintah untuk menyelenggarakannya.
Begitu juga dengan ongkos politik yang harus di tanggung oleh bangsa ini, jika dalam pemilu terjadi gerekan2 antar para pendukung capres yang saling berseberangan.
Bukan tidak mungkin gesekan2 antar pendukung bisa terjadi.
Lihat contoh pada saat Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan KPU malam itu.
Seharusnya yang namanya Deklarasi Damai, pasti dong sesuai dengan temanya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Monolog yang dibawakan Butet Kertaradjasa yang isinya menyindir habis2an presiden bukan cara cerdas dalam kontek pemilu damai.
Begitu juga sebaliknya pada malam yang sama. Program suaraanda di metrotv yang juga membahas mengenai Deklarasi Pemilu Damai tidak terlihat yang namanya kadamaian. Ketiga Tim sukses capres perang kata2 satu sama lain sehingga debat yang terlihat sudah seperti orang yang lagi bertengakar.
Tontonan politik seperti itu akhirnya lama2 membosankan, lebih dari itu juga mengkhawatirkan
Jadi menurut gw, siapapun presiden yang akhirnya terpilih, akan lebih baik kalau pemilu presiden ini hanya berlansung dalam satu putaran. Satu putaran pasti lebih baik.
Ups ternyata kasus Agus Condro terus di tindak lanjuti KPK
Sebenarnya gw tertarik mengikuti kasus Korupsi ini karena gemes saja kalau tidak ada yang ditangkap.
Faktanya sudah ada yang nyanyi karena di suap, beserta bukti tapi hingga sekarang tidak ada yang di jadikan tersangka. Kan Aneh tuh…
Jelas Agus Condro nyanyi bahwa setelah Deputy Senior BI terpilih anggota DPR yang membidangi masalah Keuangan dan Perbankan dapat kucuran duit yang entah dari mana datangnya.
Agus Condro sendiri bercerita, berbekal uang suap itu dia pergi ke show room mobil dan membeli mobil Mercedez Benz.
Atas kesadarannya sendiri, atau bisa jadi karena ada temen2nya di DPR yang mulai di endus KPK maka dia membocorkan pemberian uang tersebut dengan membeberkannya ke KPK. Tentunya juga dengan menyerahkan sisa uang yang belum dia belanjakan.
Dan sebagai hadiah nyanyi di KPK Agus Condro di pecat dari PDIP…. wow
Gw pikir sih tadinya KPK tidak akan melanjutkan kasus Agus Condro ini, tapi kemaren sore lewat Radio BBC gw dengar bahwa KPK sudah menetapkan empat tersangka kasus suap ini yang kesemuanya anggota DPR tidak termasuk Agus Condro.
Hehehe ini kasus bakal seru nih…. bukan tidak mungkin tersangkanya juga bisa bertambah.
Kasus ini pastinya harus bisa di bongkar. Sebab gw percaya, selama yang membagi-bagikan uang ke anggota DPR itu masih berujud manusia, gw yakin bisa ditelusuri siapa penyandang dananya.
Kecuali kalau yang membagi-bagikan uang itu berwujud Genderuwo, nah itu baru kasus yang sulit dan KPK bisa mendatangi gw… eh salah maksudnya mendatangi paranormal…
Sudah 3 seri Balapan F1 di gelar. Tapi tak satupun poin diraih Ferrari dari ke-3 balapan itu, baik di poin untuk pembalap maupun poin untuk konstruktor.
Kapan Ferrari bangkit?
Padahal seusai balapan di Sepang dua minggu lalu dihadapan seluruh tim, bos besar Ferrari sudah menyatakan tidak puas dengan keadaan Ferrari musim balap tahun ini.
Sang bos Luca Cordero di Montezemolo menginginkan perbaikan dan berharap Ferrari bakal bangkit di Cina.
Tapi ternyata harapan tinggal harapan, di Shanghai Massa sudah out duluan sebelum balapan usai begitu juga Kimi Raikkonen cuma finish di urutan ke 10 tanpa poin.
Namun di balapan F1 Shanghai ada yang asyik untuk dilihat yaitu pembalap Red Bull Racing Sebastian Vettel yang start didepan.
Tampaknya Michael Schumacher sebagai the rain master sudah ada penerusnya.
Seb akhirnya memenangi GP F1 China dalam kondisi lintasan yang diguyur hujan lebat tanpa sekalipun mobilnya mengalami spin di lintasan. Capaian yang fantastis buat Seb, the new rain master.
Akan kah Kuda Jingkrak bangkit minggu depan di sirkut Sakhir Bahrain?
Akhirnya tanggal 9 April kemaren aku tidak jadi golput.. Meskipun sebelumnya udah terpikir mau golput aja tapi melihat antusias tetangga sekitar rumah yang ramai2 mendatangi TPS timbul juga keinginan untuk ikut ngontreng.
Dimenit2 akhir aku berpikir ulang. Sayang juga rasanya kalau kesempatan itu tidak di pergunakan. Sementara banyak orang berjuang untuk mendapatkan hak pilih karena namanya tidak tercantum dalam DPT. Namun terpaksa harus menyerah karena berbagai alasan. Jadi kenapa aku harus sia2kan kesempatan itu?
Meskipun TPS tempat aku nyontreng kemaren tidak akses tapi aku tidak banyak protes, toh banyak Panitia yang membantu aku menjalankan kewajiban aku sebagai warganegara dan warga masyarakat.
Soal partai mana yang aku pilih? hehehe tebak dong ada yang tau?
Hihihi sebenarnya ini postingan gak penting. Dibaca boleh dilewatin juga tidak apa2.
Koran Warta Kota itu bukan terbitan terbaru, cuma aku baru melihatnya diantara tumpukan kertas dimejaku.
Justru Headline nya yang menarik dan membuat aku tersenyum membacanya “Remas bom sex dituntut penjara” ditulis pake huruf besar2 di halaman depan.
Bener…. ini berita mengenai perseteruan pedangdut Syaiful Jamil dengan Kiki Fatmala yang belakangan ini menghiasi infotemen di tipi2.
Sepertinya banyak orang sudah paham tentang ribut2 diantara mereka. Diawali ketika keduanya terlibat syuting film yang mengambil adegan Syaiful Jamil yang berperan sebagai lelaki pemijit sedang memijat Kiki Fatmala.
Menurut Kiki Fatmala, dia meradang karena Syaiful Jamil memanfaatkan keadaan dengan memijat atau lebih tepatnya meremas pantat-nya melebihi tuntutan yang di tulis di dalam skenario.
Sementara Syaiful Jamil tidak mau kalah membela diri, dengan mengatakan bahwa dia sudah berperan sesuai dengan skenario, cuma menurutnya tidak ada salahnya kan kalau dia sedikit berimprovisasi supaya adegannya lebih grengg apalagi katanya dia perperan sebagai lelaki pemijat plus2.
Akh itu kan alasannya Syaiful Jamil.
Hehehe kalau menurut aku, jangan2 yang terjadi sebenarnya adalah bisa aja Syaiful Jamil sebagai lelaki gemes milihat pantat Kiki Fatmala yang mentul-mentul itu, lalu dia remaslah yang akhirnya berujung bom sex itu meledak kemarahannya dan berniat menuntut.
Hehehe atau bisa juga. Jangan2 perseteruan mereka hanya merupakan trik supaya film mereka laku keras?
Sedangkan sebenarnya hubungan mereka berdua baik2 saja tidak bermasalah.
Bisa aja kan?