Online Pertamaku Lewat GPRS

9 Jul 2009

Setiap orang pasti punya pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain waktu pertama kali mencoba internet.

Ada yangsama sekali tanpa hambatan, namun pasti ada juga yang berliku perlu sedikitperjuangan. Tapi bagaimanapun jalan yang kita tempuh toh pada akhirnya berakhir dengan menyenangkan.

Pengalamanku bersentuhan dengan internet pertama kali terjadi sekitar tahun 2004. Agak telat memang.Awalnya sih karena ingin bisa merasakan chatting. Penasaran saja kalau dengar teman2 chatting, ceritanya begitu menggoda.

Tapi sayang saat itu internet di kantor aku masih seperti barang mewah. Hanya orang IT lah yang punya akses ke sana dan hanya komputer dia-lah satu2nya yang punya koneksike internet

Pernah juga suatu kali aku mencoba pergi ke warnet, tapidi banyak warnettak tersedia akses buat kursi roda-ku.Boro2 bisachatting,terkadang untuk masuk ke warnetnya saja aku tidak bisa. Ada saja hambatannya, pintu masuknya terlalu kecil atau ruangannya di lantai atas.

Seiring dengan perkembangan teknologi selular, secara kebetulan saat itu ada salah satu operator selular yang meluncurkan layanan GPRS untuk pertama kalinya. Tarifnya sangat murah mungkin karena masih dalam tahap ujicoba. Sebulan cuma Rp. 25.000,-

Nah kesempatan inilah yang aku pergunakan.

Dengan modal Rp. 750.000 pada bulan pertama, aku beli handphone Phillips Fisio-625 yang sudah ber-GPRS dan bulan berikutnya aku beli modem beserta kabel datanya seharga Rp. 500.000,- Semua itu kulakukan sendiri dengan berburu di pusat telpon selularRoxy.

dsc005983

(ini dia gambar hpdengan modem-nya masih tetap aku simpan, hanyacharger-nya saja yang tak bisa dipakai/rusak)

Tanpa banyak kesulitan menginstalasi di kemputerku, mulailah aku bisa berinternet lewat GPRS sepuas nya hanya dengan membayar biaya sambungan GPRS Rp. 25.000 sebulan.

Memang sih koneksinya tidak secepat internet kabel, tapi setidaknyamulai hari itu aku bisa memuaskan ke-ingintahuan-ku mengenai internet. Karena seringnya aku chatting, sejak itu pula teman2 dikantorku menjuluki akusi raja chatting (hehe masa bodo mereka mo bilang apa, yang penting gw asyik2 aja)

Dengan terobosan koneksi internet lewat GPRS itulah aku sering mendapatkan tawaran dari teman untuk membantu mereka mengakses internet lewat GPRS. Mereka tertarik karena biayanya yang murah.

Cukup lama juga aku menikmat layanan internet murah itu.Kemudin operator selular tersebut mengubah biaya GPRS-nyamenjadi Rp.15/kb dan mulailah masalah datang.

Akibat kenaikan tarif, bulan berikutnya aku mendapatkan tagihan GPRS sebesar Rp. 2.500.000, Saat itu juga pemakain internet langsung aku hentikan dan tentunya aku juga menolak untuk membayar tagihan GPRS-nya, sebelum pihak operator menjelaskan bagaimana cara menghitungannya sehingga aku harus membayar sebesar itu. Padahalbegitu tarif baru diberlakukan,setiap hari akucuma memakai GPRS selama1 jam saja.

Karena aku tetap menolak membayar, bulan berikutnya yang datang menagih adalah debt collector. Hmm badannya gede, orang item pula, hehe tapi siapa takut. Aku tetap pada pendirian semula,tak akan membayar sebelum jelas cara menghitungannya.

Mungkin lama2 debt collector itu bosan juga ketemu aku tanpa dapat apa2. Bisa jadi dia juga serba salah, apalagi yang di hadapi cuma seorangber-kursi roda pula hahaha (gak level lah, pikir dia).

Akhirnyakesepakatanpun terjadi, aku cuma harus membayar Rp. 500.000,- itupun aku cicil selama 3 bulan. (lumayanlah daripada harus bayar Rp. 2.500.000 iya gak?)

Tapi sekarang keadaan sudah berubah. Aku bisa berinternet kapan saja, dimana saja. Saat ini aku mulai agak jarang chatting. Sebagai gantinya blogdetiklah yang paling sering aku akses.

Sungguh aku tak menyangka. Dengan internet informasi apa saja kita bisa peroleh. Bahkan hingga sesuatu yang terkadang kita anggap tidak penting sekalipun.

Aku punya pengalaman menarik tentang ini.

Sebagai generasi tahun 80an aku merasa begitu tertinggal informasi. Terutama yang menyangkut bahasa yang di pakai anak2 muda sekarang. misalnya waktu pertama kali chat,ditanya asl saja aku bingung (hehehe jadi aku selalu berusaha sedapat mungkin menghindar lawan chat akumenanyakan itu). Begitu juga arti kata narsis yang kerap aku temukan kalau buka Friendster, hehe aku juga gak ngerti.

Pasti dong ada keinginan untuk bertanya, tapi gimana? Malu-lah. heheh takut dibilang jadul.

Benar saja, ketika rasa ingin tahu itu begitu mendesak aku coba tanya pada salah seorang teman perempuan di kantor.Tapi jawaban yang aku terima pun rasanya tidak memuaskan. Atau bisa jadi aku yang tidak menyimak penjelasannya karenaaku terlalu malu waktu dibilang jadul dan ingin cepat2 pergi dari hadapan-nya.

Karena rasa malu itulah , tiba2 aku mempunyaiide untuk bertanya di goggle. Benar saja begitu aku search di google, jawaban pertanyaankulangsung muncul, baik yang dibahas oleh para blogger maupun penjelasan dari wikipedia.

wowterus terang rasanyaaku sepertimendapatkanhadiah.Sehingga aku cuma senyum2 sendiri. hahaha pastinya senyumsenang dong karena lain kaliakutahuharus bertanya kemana.

Kemarin siang, bisa jadiinikarena kebetulan semata. Singkat cerita kejadian yang aku alamidulu, terulang kembali.

Bos aku yang beberapa hari ini aku ajarin cara menggunakan Facebook bertanya, “din gw liat di-comment temen2 gw kok ada kata ‘btw’ apa sih artinya?”

Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya, jadi teringat dulu “hmm persis akupertama kali belajar internet banyak istilah yang tidak aku mengerti”

Setelah aku memberikan jawabannya, akujuga kasih info,jika lain kali beliau punya masalah bisa tanyadi google.

Bos aku cuma diam, tapi pasti itu tanda dia mengerti.


TAGS Ulang tahun ke 11 Detikcom


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post